Sekjen FRN Dendam Bukanlah Sifat Ketum Agus Flores, Hanya Untuk Bantu Memperbaiki Citra Polri

FAST RESPON NASIONAL

JAKARTA, SabaraNews – Akan Bingung Melihat Sosok Ketum Persatuan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Agus Flores, kadang hari ini marah marah ke oknum polisi, kadang besok lain topik yang dibahas dan dianggap sangat komplit tugasnya.

“Sehari saja aduan oknum polisi bisa sampai 5 aduan, marah dong ketika oknum anggota polisi di telepon ternyata diblokir, bisa jadi disini ternjadi sumbatan informasi,” tegas Sekjen FRN Pusat Dian Surahman.

Surahman mengatakan pula, bahwa setiap aduan dia covernya, agar kinerja Polri lebih baik.

“Intinya Ketum Kami, setiap aduan wartawan dia cover semua, misalnya hari ini persoalan blokir, besok akan ada topik lain dia bahas , ” tegas Dian Surahman (DS)

DS juga mengatakan sosok Darah Blesteran Majapahit, Timur dan Bugis tersebut bukan pendendam dia lakukan itu untuk memperbaiki kinerja kepolisian agar lebih baik lagi sifatnya arahan ke keritikan membangun agar polri kinerja nya lebih bagus lagi kedepan nya yamg mana sekarang sudah mulai pulih tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polri.

Sedangkan adanya berita viral Kapolres dikritik Gara gara blokir nomor wartawan, karena dia kerja sesuai Protokoler Program Presisi Kapolri, diantaranya terkait Sumbatan Informasi, akibat di Blokir.

“Memang muncul dari berbagai media bukan berarti membuka aib intitusi tersebut melainkan hanyalah kritikan belaka ketum Agus flores orang nya bukan tipe pendendam apa yg di bayangkan,” ujar Sekjen yang memiliki Pengaruh di Para Jendral Mabes Polri.

Di tempat yang berbeda ketum agus flores ketika di wawancara “Saya ini menjaga marwah polri yang mana dengan adanya pw fast respon semua ke counter berita berita tentang kinerja polri jangan sampe ada oknum di tubuh polri yang di diamkan saja” tandas nya.

Saya selaku ketua umum PW FAST RESPON sekali lagi saya bukan tipe orang pedendam cuman itu hanya kritikan saja yang sifatnya membangun agar ke depanya lebih baik lagi kinerja nya.

(TIM)

Share to :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *