Oknum Guru ( PNS ) Asal Lombok Tengah Ikut Terlibat Dalam Pengerusakan Bale Adat Sasak di Lombok Timur

DAERAH KRIMINAL TNI - POLRI

LOMBOK TIMUR, NTB, SabaraNews – Tergugat H. Sukismoyo yang sebelumnya tidak mengakui menerima dana transfer dari penggugat Hamzaeni di bulan Agustus 2022 lalu sebesar Rp 190 juta untuk pembangunan Bale Adat Sasak. Namun oleh saksi-saksi dari H. Sukismoyo mengakui bahwa memang benar dirinya telah menerima Dana dari Hamzaeni melalui via transfer ( Mbaking ).

“Sahabudin Adalah seorang Oknum guru SD yang mengajar di salah satu sekolah yang ada di SD Bebie Lombok Tengah ikut sebagai preman atau jadi dalang dalam melakukan perusakan di Bale adat Sasak.

Sahabudin seorang Oknum guru ( PNS ) mengakui dirinya ikut dalam melakukan pengerusakan di rumah Adat Sasak yang di Bangun di lombok timur, pengakuan Sahabudin jelas saat sidang di pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Mataram.

Dimana Para saksi saat di tanya oleh kuasa hukumnya Sainah apa bahasa dari kuasa hukumnya Sainah,

Saudara saksi apa saudara saksi tahu dari mana uang masuk saat pertama pembangunan , ”Para saksi mengatakan iya dan bilang itu uang pertama pembangunan yang di keluarkan oleh pak Sukismoyo
Saat di tanya lagi saudara saksi liat uang pak Sukismoyo saat mengeluarkan uang untuk biaya pembangunan sudara saksi mengatakan tidak.

Dari keterangan kedua saksi Saat Sidang Dari H. Sukismoyo kedua saksi mengaku saat melakukan pengerusakan Di bale adat Sasak milik Sainah yang mengajak adalah Pak H. Sukismoyo.

( Tim SabaraNews )

Share to :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *