Bupati Wajib Tahu, Puluhan Milyar Alokasi Dana Untuk Pembangunan Insfratruktur di Wilayah Sumedang Timur Diduga Dikerjakan Asal Jadi

DAERAH FAST RESPON HUKUM

Sumedang, SabaraNews – Warga Masyarakat yang berada diwilayah ujung Timur Sumedang Terutama yang berada di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Jatinunggal dan Kecamatan Jarigede sempat sumringah dan antusias ketika Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas PUTR mengucurkan Dana Kurang lebih hampir 23 Milyar bersumber dari APBD TA. 2022 untuk Pembenahan infrastruktur Jalan di wilayahnya.

Kegembiraan warga di 2 Kecamatan tersebut cukup beralasan mengingat sudah puluhan tahun infrastruktur Jalan Kabupaten di wilayahnya rusak berat, sehingga sangat berpengaruh kepada peningkatan ekonomi dan kelancaran transportasi yang terhambat. Salah satu contoh akses jalan menuju Desa ujung timur Kota Sumedang yaitu Desa Cimanintin, tak pelak terealisasinya Pembangunan Jalan mendapat respon serta antusias dari warga.

Bak mimpi yang jadi Kenyataan, dimulai Bulan Juli 2022 lima Paket Pekerjaan Hotmix Jalan mulai serentak dilaksanakan. Adapun kelima paket Pekerjaan yang dikerjakan Kontraktor PT. Jatigede Indah (PT. JGI) diantaranya : Paket Ruas Jalan Cimaningtin -Cipeundeuy senilai Rp. 3,3 Milyar, Paket Ruas Jalan Cimaningtin – Palasari senilai Rp. 3,8 Milyar, Paket Ruas Jalan Pamoyanan – Ciawi senilai Rp, 8,5 Milyar, Paket Ruas Jalan Curugmas – Cibuyung senilai Rp, 4,8 Milyar, serta Paket Ruas Jalan Cibala – Cipeundeuy senilai Rp. 2,09 Milyar. Dari Kelima Paket tersebut Total anggaran yang dikucurkan Pemkab Sumedang untuk Pembangunan Insfratruktur di wilayah timur hampir 23 Milyar rupiah.

Namun sayangnya harapan dari Warga Masyarakat dikedua Kecamatan yang sudah lama bermimpi menikmati pasilitas Jalan yang mulus harus kecewa karena kualitas pekerjaan yang dianggap tidak maksimal dan terkesan asal-asalan. Hal tersebut berdasar pada temuan awak media dilapangan saat beberapa waktu lalu coba langsung turun ke lapangan kondisi dibeberapa ruas jalan tampak sudah mengalami kerusakan.

Dari keterangan warga yang ditemui dilokasi menyebut bahkan ada kerusakan yang terjadi saat proyek belum genap satu bulan selesai dilaksanakan, dari beberapa kerusakan yang terjadi terlihat bukan diakibatkan oleh faktor alam, melainkan jelas jelas akibat faktor pekerjaan yang tidak maksimal terutama dalam item pekerjaan pemadatannya.

PT. JGI selaku pihak yang dipercaya mengerjakan Proyek, dianggap tidak becus dalam melaksanakan Pekerjaannya, tak pelak muncul dugaan aroma Korupsi gila-gilaan dalam Pelaksanaan Kelima Paket Pekerjaan tersebut Anehnya lagi kondisi yang terjadi di lapangan sampai saat ini masih belum diperbaiki. Setali tiga uang dengan Perusahaan pihak Dinas PUTR Kabupaten Sumedang pun seolah acuh tak acuh atas kondisi yang terjadi, tak heran bila muncul tudingan adanya kongkalingkong antara pihak Perusahaan dengan beberapa oknum Pejabat PUTR.

Berdalih dalam Masa Pemeliharaan

Awak media coba konfirmasi ke pihak Perusahaan dan berhasil menemui salah seorang Direksi PT. JGI bernama Irfan, dalam keterangannya Irfan tidak membantah atas adanya kerusakan yang terjadi di lapangan, selain berjanji akan segera diperbaiki Irfan juga berdalih hasil Pekerjaan masih dalam tahap Pemeliharaan.

Menanggapi temuan awak media terkait hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT JGI, Ketua Fast Respon Polri DPC Sumedang¬†Hermawan angkat¬†bicara, “Kami menyayangkan atas kuawalitas pekerjaan yang dikerjakan oleh perusaahan sekelas JGI”, lebih lanjut Hermawan menyampaikan dilihat dari data temuan Tim Fast Respon dilapangan yang memantau pekerjaan dari awal sampai selesai memang pekerjaan tersebut dikerjakan terkesan asal asal dan kejar target, papar Pria yang akrab dipanggil Obay ini.

“Dari mulai pemadatan yang kurang maksimal, ketebalan sampai pengerjaan yang dilakukan disaat turun hujan, ini yang kami anggap kejar target dan asal asalan” tambah Obay

“Kami berharap dan akan mendorong pihah terkait, dalam hal ini APH untuk menyelidiki temuan ini, dugaan adanya Kongkalikong antara Pihak pengusaha dan Dinas PUTR Kabupaten Sumedang terindikasi adanya Korupsi dalam pelaksanaan Pekerjaan tersebut yang merugikan Keuangan Negara”, pungkas Obay

(Tim Fast Respon)

Share to :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *